Berhaji, Berkomunikasi Antarbudaya

Penulis:

  • Dr. H. Kadri, M.Si
  • Hj. Suhadah, M.Si

Editor:

  • M. Thohri

Layout:

  • sanabil cerative

desain cover:

  • sanabil creative

Dimensi dan Jumlah Halaman:

  • 14 x 21 cm (146 hlm)
  • Tahun Terbit : 2017
  • ISBN : 9786026223586

Di tengah ritual ibadah haji dijalankan oleh masing-masing jama’ah, disela-selanya atau sebelum dan sesudahnya ada dimensi sosial yang berdimensi duniawi. Durasi waktu pelaksanaan ibadah haji yang relatif lama memungkinkan aktivitas sosial duniawi yang menyertai perjalanan ibadah haji pun tidak sebentar. Selama waktu keberadaan jama’ah haji di Makkah dan Madinah ada interaksi sosial, banyak symbol yang digunakan, dan ragam budaya yang terlihat dan digunakan oleh setiap jama’ah haji.
Tidak salah bila dikatakan pelaksanaan ibadah haji merupakan majelis atau pertemuan antarbudaya masyarakat Muslim dunia. Pada musim haji-lah semua warga Muslim dunia bertemu dan berinteraksi di dua kota suci (Makkah dan Madinah), bertemu di sela ritual ibadah dan berinteraksi pada urusan duniawi di luar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi atau di tempat suci yang menjadi lokasi ritual haji seperti saat wukuf di Arafah dan mabit serta melontar jumrah di Mina. Pertemuan dan interaksi ini adalah wujud komunikasi antarbudaya lintas Negara.
Komunikasi antarbudaya selama berhaji juga berlangsung kala sesama warga Indonesia bertemu karena kita akan sering bertemu dan berkomunikasi dengan warga Indonesia yang berasal dari daerah yang berbeda. Atau bahkan kita akan terbiasa selama lebih sebulan berinteraksi dengan satu etnik, satu kampung, satu kota, dan satu kompleks tetapi baru intens bertemu dan berinteraksi ketika sama-sama berhaji dan sama-sama hotel atau satu kamar hotel serta berkumpul dalam satu regu.

Scroll to Top