Metode Takamul Metode Belajar Bahasa Arab Di dan Untuk al-Quran ~ Buku 2

Penulis:

  • Dr. M. Firdaus, M.S.I.

Editor :

  • Mailatuz Zakiyah

Layout:

  • Sanabil Creative

desain cover:

  • Sanabil Creative

Dimensi dan Jumlah Halaman:

  • 14 x 21 cm (138 hlm)
  • Tahun Perencanaan Terbit : 2024

Al-Quran adalah petunjuk Allah kepada manusia, yang diturunkan secara lisan melalui Nabi Muhammad saw. Sebagai petunjuk lisan, al-Quran bisa diakses secara langsung oleh siapapun ketika membaca atau mendengarkannya dibaca. Sekalipun al-Quran sudah ditulis dalam bentuk tulisan dalam mushaf, akan tetapi karakter komunikatif al-Quran adalah ciri dasar dari bahasa al-Quran. Oleh sebab itu, belajar bahasa al-Quran harus dengan pendekatan komunikatif-interaktif bukan dengan pendekatan obyektif-satu arah sebagaimana mempelajari teks-teks lainnya. Karakter lisan atau komunikatif al-Quran inilah yang menjadi dasar dari metode takamul ini.
Takamul secara bahasa artinya proses secara terus menerus untuk menjadi semakin sempurna. Tersirat dalam istilah ini kontinuitas belajar secara untuk semakin meningkatkan level interaksi kita dengan al-Quran. Takamul juga menyiratkan sebuah proses mengawal niat untuk berusaha menjalani hidup dengan petunjuk al-Quran. Allah menciptakan kita sebagai manusia di bumi ini, lalu Dia juga memberikan petunjuk bagaimana kita menjalani kehidupan. Al-Quran adalah buku manual kehidupan yang bersumber dari Pencipta manusia. Untuk bisa mengakses petunjuk al-Quran, kita harus terlibat dalam interaksi komunikatif sebagai pihak kedua (yang sedang diajak berkomunikasi) yang sedang menerima arahan dari-Nya. Kita harus selalu menjaga kesadaran kita, ketika membaca atau mendengarkan al-Quran, bahwa Allah yang sedang berfirman sebagai orang pertama (Pembicara/ Mutakallim), dan pada saat yang sama kita harus menjaga kesadaran kita sebagai pihak kedua (pendengar/mukhatab) atau sebagai partisipan yang sedang diminta untuk mendengar, memahami dan memberikan respon.

Scroll to Top