
Penulis:
- H. Lalu Sohimun Faisal
- Muhammad Harfin Zuhdi
- Ahmad Pahrurrozi
- Muhammad Ahyar Rasidi
Editor:
- M. Firdaus
Layout:
- Luthfi Hamdani
desain cover:
- Lalu Romlan
Dimensi dan Jumlah Halaman:
- 16 x 24 cm (356 hlm)
- Tahun Terbit : 2017
- Selanjutnya, ISBN: 978-602-6223-63-0
Dinamika Perkembangan Nahdlatul Ulama di Pulau Lombok menghadirkan gambaran mengenai perjalanan NU dalam ruang sosial dan budaya masyarakat Lombok. Buku ini tidak hanya menguraikan sejarah kehadiran NU, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Islam, adat, tradisi, dan kehidupan masyarakat Sasak saling berinteraksi serta membentuk corak keberagamaan di Pulau Lombok.
Pembahasan diawali dengan mengenal akar sejarah, kondisi geografis dan demografis Lombok, dinamika akulturasi budaya Sasak, sistem kekerabatan, stratifikasi sosial, hingga status dan kedudukan perempuan Sasak. Dari konteks tersebut, buku kemudian mengajak pembaca memahami relasi antara Islam, adat, dan hukum, termasuk proses dialektika, akomodasi, adaptasi, dan akulturasi Islam dengan adat yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Lombok.
Sebagai organisasi keagamaan, NU memiliki paham dan tradisi keislaman yang khas. Buku ini menguraikan sumber ajaran, pendekatan keagamaan, paham Ahlussunnah wal Jamaah, serta pola pikir dan sikap NU dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari keagamaan, kemasyarakatan, politik, kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dakwah, hingga kebangsaan. Pemahaman tersebut menjadi landasan untuk melihat bagaimana NU tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Lombok.
Perjalanan NU di Lombok kemudian ditelusuri secara historis, mulai dari kondisi Lombok sebelum kelahiran NU, proses masuk dan berkembangnya NU, keterlibatannya sebagai partai politik pada periode 1952–1971, hingga dinamika NU dalam menghadapi gerakan 30 September/PKI. Buku ini juga mengungkap berbagai pergolakan dan dinamika internal NU sebelum organisasi tersebut kembali kepada Khittah 1926, serta perkembangan NU Lombok setelah kembali ke khittah tersebut.
Perubahan politik nasional turut memberikan warna tersendiri bagi perjalanan NU di Lombok. Karena itu, buku ini membahas perkembangan NU pada masa Orde Reformasi, termasuk situasi NU Nusa Tenggara Barat pada masa Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden Republik Indonesia. Di samping itu, dibahas pula relasi dan dinamika NU dengan kelompok keagamaan lain, khususnya Ahmadiyah dan Salafi-Wahabi, sebagai bagian dari perjalanan kehidupan keagamaan di Lombok.
Dengan memadukan sejarah, sosial-budaya, keagamaan, politik, dan dinamika organisasi, buku ini memberikan potret yang lebih utuh tentang bagaimana NU tumbuh, beradaptasi, menghadapi perubahan, serta mempertahankan peran sosial-keagamaannya di Pulau Lombok. Dokumentasi tokoh, keputusan organisasi, dan berbagai aktivitas NU yang turut disajikan menjadikan buku ini bukan sekadar catatan perjalanan organisasi, tetapi juga rekaman penting mengenai perkembangan kehidupan Islam dan masyarakat Lombok dari masa ke masa.
