REVOLUSI SENYAP : Pergeseran Paradigma dari Rule of Law menuju Rule of Algorithm

Penulis:

  • WIDODO DWI PUTRO

Editor:

  • Genta Juang
  • Mariana Warokka

Layout:

  • sanabil creative

desain cover:

  • sanabil creative

Dimensi dan Jumlah Halaman:

  • 15,5 x 23,5 cm (281 hlm)
  • Tahun Perencanaan Terbit : 2026

Buku ini hadir di tengah kegamangan peradaban hukum. Kita sedang berdiri di hadapan “tikungan tajam” peradaban, sebuah “titik infleksi” di mana kemajuan teknologi melesat melampaui kemampuan nalar hukum untuk mengejarnya. Hukum, yang selama ribuan tahun berjalan dalam ritme linear, kini berhadapan dengan kebangkitam AI dan big data. Ketika perubahan terjadi terlalu cepat dan tak terkendali, hukum tertatih-tatih mengikuti perkembangan teknologi dan terancam kehilangan fungsinya sebagai pelindung manusia.
Rule of Algorithm adalah pergeseran dari hukum teks yang normatif menjadi hukum kode yang deterministik. Jika Rule of Law mengatur “Dilarang Mencuri!”, maka Rule of Algorithm membuat benda tersebut secara teknologi “Tidak Bisa Dicuri”. Kita bergerak dari hukum yang reaktif (ex-post–menghukum setelah terjadi) menjadi preemtif/prediktif (mencegah sebelum terjadi). Hal ini menciptakan ketidakmungkinan membangkang dan melanggar hukum. Tidak melanggar hukum, bukan karena ia baik secara moral atau patuh terhadap hukum, melainkan sistem teknologi-lah yang membuatnya tidak bisa melanggar hukum. Dengan kekuatan big data dan pengawasan real-time, algoritma tidak menunggu pelanggaran hukum terjadi. Ia men-cegah sebelum kejadian.
Nah, dalam rezim Rule of Algorithm ini, hukum menjadi teknologi preemptif, mencegah pelanggaran sebelum terjadi, sehingga pelanggaran menjadi mustahil dilakukan (impossibility of disobedience). Dalam buku ini, saya mengajak pembaca menelusuri bagaimana paradigma hukum bergerak dari Rule of Law menjadi Rule of Algorithm. Pergeseran ini memicu serangkaian krisis filosofis yang menjadi peta jalan pembahasan buku ini.

Scroll to Top