Sekolah Perjumpaan: Normalisasi menuju Relasi Sosial yang Terbuka, Toleran dan Saling Berterima dalam Masyarakat yang Heterogen

Penulis:

  • M. Husni Muadz

Editor:

  • M. Firdaus

Co. Editor:

  • Saiful Akhyar
  • Muh. Junaidi

Proof Reader:

  • Habiburrahman

Layout:

  • sanabil creative

desain cover:

  • sanabil creative

Dimensi dan Jumlah Halaman:

  • 14 x 21 cm (284 hlm)
  • Tahun Terbit : 2017
  • ISBN : 978-602-6223-49-4

Yang ditawarkan dalam tulisan ini adalah gagasan bahwa semua jenis perjumpaan memiliki hanya satu tujuan, yaitu untuk memperjumpakan dan mempersatukan hati! Di luar itu, apapun yang selama dianggap sebagai tujuan sebenarnya bukan tujuan, melainkan salah satu indikator dari keberhasilan perjumpaan. Aktivitas yang dimiliki perjumpaan untuk mencapai tujuan intrinsiknya ada dua: sikap batin (emotioning) dan tindakan lahir, yaitu tindakan berbahasa (yang nantinya akan melahirkan tindakan-tindakan lainnya yang non-bahasa). Bila perjumpaan adalah lembaga untuk mempersatukan hati, maka sarana yang digunakan adalah positivitas emotioning dan positivitas tindakan berbahasa. Memilih negativitas dari keduanya akan membuat hati saling menjauh. Antara sarana dan tujuan harus sesuai, dan sarana yang baik adalah sarana yang paling efektif untuk mencapai tujuan. Ini tuntutan rasionalitas biasa. Bila hubungan baik dengan sesama adalah tuntutan eksistensial, maka masuk akal kenapa perjumpaan, emotioning, dan tindakan ilokusi adalah fenomena yang tidak bisa dihindari dalam hidup manusia, karena ketiganya adalah syarat wajib yang harus ada untuk tujuan konektivitas hati, tetapi bukan syarat cukup. Syarat cukup adalah beroperasinya positivitas yang terkait dengan emotioning dan tindakan-tindakan ilokusi.

Scroll to Top