Supervisi dalam Pendidikan

Penulis:

  • Drs. H. Lukman Hakim, M.Pd.

Editor:

  • Dr. Suprapto, M.Ag

Layout:

  • Muhammad Amalahanif

desain cover:

  • Muhammad Amalahanif

Dimensi dan Jumlah Halaman:

  • 14 x 21 cm (193 hlm)
  • Tahun Terbit : 2017
  • Selanjutnya, ISBN: 978-602-6223-73-9

Dalam faktanya, sejarah telah mencatat perjalanan supervisi yang bermula dari dunia industri dan bisnis sebagai fungsi kendali dan kontrol kualitas dan kuantitas produksi, dengan harapan dapat berkontribusi pada keuntungan pemodal. Dengan seiring perkembangan zaman di dunia pendidikan juga memerlukan kontrol yang diadaptasi dalam pola dan pendekatan kolegial-humanis. Adaptasi tersebut sebagai bentuk kesadaran bahwa dunia pendidikan lebih fokus pada dimensi sosial bukan komersial semata. Didunia pendidikan supevisi bukan mencari kesalahan guru, administrator, dan kepala lembaga pendidikan tetapi lebih pada mencari solusi atas masalah dan gagasan guna peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karenanya dengan hadirnya buku yang sederhana ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penyegaran wawasan dan inspirasi bagi penyelenggara pendidikan sebagai bentuk komitmen yang konsisten guna mempersiapkan generasi masa depan mandiri, tanggung jawab dan berakhlakul karimah.
Secara runut, dalam buku ini telah dipaparkan bahasan supervisi sebagai berikut: perspektif supervisi pendidikan, fungsi dan prinsip supervisi pendidikan, peran supervisi dalam pendidikan, pendekatan supervisi pendidikan, teknik supervisi individu, teknik supervisi kelompok, supervisi klinis, instrumen supervisi pendidikan, tindak lanjut supervisi pendidikan, kebijakan supervisi pendidikan, kode etik supervisor, dan urgensi supervisi dalam akreditasi sekolah – madrasah. Dengan kajian dimaksud pembaca punya wawasan dari banyak aspek pada pengelolaan lembaga pendidikan yang lebih komprehensif. Tidak dipungkiri bahwa berdasarkan pengalaman penulis sebagai praktisi pendidikan seringkali dihadapkan pada pola manajerial yang tidak terkendali. Aktivitas supervisi atau supervisi sporadik, tidak terdokumentasikan dengan baik. Banyak bukti kegiatan supervisi kurang dilakukan secara baik. Menyadari bahwa belakangan ini kendali atas kualitas lembaga secara periodik 5 tahunan yaitu akreditasi dijadikan tolok ukur dalam menerima kewenangan serta kebijakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Oleh karenanya semua aspek yang menjadi indikator akreditasi sangat penting secara dini dan berkelanjutan dapat perhatian dari kegiatan supervisi pendidikan.

Scroll to Top