ORKESTRASI DESA INKLUSI: Kreasi Bersama Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Desa Taman Ayu

Penulis:

  • Jayadi
  • Akhmad Ramidi

Editor:

  • Apipuddin, LLM

Layout:

  • Jay

desain cover:

  • Jay

Dimensi dan Jumlah Halaman:

  • 14 x 21 cm (238 hlm)
  • Tahun Perencanaan Terbit : 2026

Buku ini tidak hanya menjadi catatan tentang sebuah perjalanan perubahan sosial di tingkat desa, tetapi juga menjadi ungkapan rasa syukur atas tumbuhnya kesadaran, kepedulian, dan semangat kebersamaan atas perubahan yang terjadi. Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi, selalu ada harapan yang tumbuh untuk bertumbuh, keberpihakan kepada kelompok rentan, dan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dihormati dan diperjuangkan.
Kemiskinan sering kali hadir dalam bentuk angka, persentase grafik, dan laporan yang menggambarkan naik turunnya tingkat kesejahteraan di kalangan masyarakat. Namun, di balik angka-angka tersebut terdapat realitas yang jauh lebih kompleks dan manusiawi. Ada wajah-wajah yang tidak selalu terlihat dalam statistik, ada cerita-cerita kehidupan yang jarang terdengar, dan ada kelompok-kelompok masyarakat yang hidup dalam keterbatasan bukan hanya karena kekurangan pendapatan, tetapi juga karena terbatasnya akses, kesempatan, serta ruang untuk menyampaikan suara mereka.
Buku ini lahir dari kesadaran bahwa kemiskinan tidak pernah berdiri sendiri, namun berkaitan erat dengan bagaimana pembangunan dirancang, siapa yang dilibatkan, siapa yang dianggap penting, dan siapa yang tanpa disadari terabaikan. Dalam banyak situasi, pembangunan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan justru menyisakan kesenjangan baru. Sebagian masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan, sementara sebagian lainnya tetap berada di pinggiran, tidak terlihat dan tidak terjangkau.
Buku ini merupakan potret pengalaman pendampingan yang dilakukan oleh Lakpesdam NU NTB di Desa Taman Ayu. Sebuah pengalaman yang tidak hanya merekam berbagai program dan kegiatan, tetapi juga mencatat proses belajar bersama antara masyarakat, pemerintah desa, kelompok rentan, dan para pendamping dalam membangun kehidupan desa yang lebih inklusif. Pengalaman atas perubahan sosial ini tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau anggaran yang melimpah, melainkan dari keberanian untuk melihat kenyataan secara lebih jujur dan menghadirkan mereka yang selama ini terpinggirkan ke dalam ruang-ruang kehidupan bersama. tahunan

Scroll to Top